Cara mahasiswa membuat presentasi sepertinya lebih cocok disebut dokumen dalam format PowerPoint. Ketika menyimak presentasi di salah satu kuliah wajib untuk mahasiswa S1, seluruhnya punya pola yang sama: terlalu banyak informasi yang ditampilkan dalam satu slide. Layarnya penuh tanpa menyisakan white space yang cukup untuk jeda. Bahkan terkadang tulisannya ada yang sangat kecil (<12 pt). Lebih parahnya ada yang membuat tampilan presentasi yang 100% isinya tulisan dengan jarak yang sangat berdekatan dan ukuran yang kecil. Kalau desain slide-nya saya yakin tidak menggunakan AI ( Artificial Intelligence) , tetapi saya yakin bahwa bagian dari tulisannya ada yang dibuat oleh teman pintar mereka. Tipikal bahasanya terlalu kompleks dan belum tentu mahasiswa dapat menjelaskan semuanya. Misalnya ada bagian di presentasi kelompok yang tertulis ‘membuat birokrasi terstruktur’, yang ketika saya tanya apa maksud dari frasa tersebut, anggota kelompoknya sedikit gelagapan dalam menjawab. Mer...
Bismillah. Ini artikel blogku setelah lama vakum menulis. Sepat habis hosting website-nya sebelum diperpanjang. Jadi mungkin ini momen untuk mulai membiasakan kembali. Belakangan ini saya semakin disadarkan bahwa rezeki yang didapat itu tidak terbatas hanya material saja. Lebih luas dari itu, rezeki mencakup kesehatan, kesempatan, dan pertemuan juga. Bahkan beragam jenis karunia Tuhan lainnya yang mungkin kita tidak sadari dan menerima begitu saja, seperti terhindar dari bencana. Jika seseorang dikelilingi orang yang sakit, tetapi antibodinya tetapi bagus dan ia tidak tertular, maka rezekinya ialah kesehatan. Apabila ada mahasiswa yang dapat kesempatan untuk ikut kegiatan pengembangan diri di luar, hal itu rezeki juga. Serta jikalau ada petemuan dua orang yang berujung membuka peluang untuk berbisnis maka memang silaturahmi membuka rezeki. Dalam agama Islam, ada janji Allah bahwa menikah membuka pintu-pintu rezeki. Alhamdulillah, saya mulai merasakan hal-hal ters...