Kebanyakan dari kita belum pernah belajar berjalan secara formal. Bisanya kita bisa berjalanan dengan mengamati dan menirukan langkah kaki orang-orang terdekat. Rendy (Rendy Setiawan) pernah bercerita tentang kemiripan cara jalannya dengan sang ayah. Dia bilang kepada ibunya bahkwa tumit sepatu bagian kanannya cepat terkikis. Ibunya berkata bahwa ayahnya juga punya kendala yang sama dengan sepatunya. Ini karena cara jalan mereka mirip. Di sini Rendy mem- point out tentang kebiasaan dalam berjalan. Terkadang kita juga bisa mengenal orang lain—walau belum terlihat wajahnya—dari cara jalannya Saat jalan pagi dengan kakak akhir pekan lalu saya mendengar beberapa kali bunyi sret sret di aspal dari sepatu. Terdengar familiar. Saya juga terkadang mendengarkan bunyi yang sama saat berjalan. Pernah ada beberapa teman yang memberikan pengamatan tentang kebiasaan saya yang agak menyeret kaki saat melangkah. Terdapat dialog internal tentang menghubungkan percakapan dengan Rendy, masukan dari...
Kecerdasan buatan di bidang musik membuat banyak pembuat konten di platform YouTube yang membuat lagu-lagu cover tanpa menggunakan instumen asli. Ada media yang dapat digunakan secara gratis, misalnya melalui model-model open source di situs web Hugging Face, ataupun yang berbayar—yang kita perlu memiliki token terlebih dahulu untuk menggunakan modelnya. Lagu pun dapat dinyanyikan dalam berbagai bahasa, tidak hanya dalam bahasa aslinya. Misalnya ada ANIMEW , creator dari Indonesia yang mengunggah lagu-lagu penyanyi Indonesia yang diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang dan dinyanyikan oleh AI ( Artificial Intelligence ). Video yang diunggah dilengkapi dengan ilustrasi penyanyi dan latar belakang yang juga dibuat oleh AI ( AI-generated ). Lagu anime yang berbahasa Jepang pun banyak digubah ke dalam bahasa lain. Banyak lagu yang di- cover ke dalam bahasa Inggris dan bahasa Spanyol yang sebelumnya memang sudah sering dinyanyikan oleh YouTuber yang menguasai bahasa tersebut. Selain itu mu...